“Four hostile newspapers are more to be feared than a thousand bayonets.” - Napoleon Bonaparte
Showing posts with label kaltara. Show all posts
Showing posts with label kaltara. Show all posts
Wednesday, June 14, 2017
Thursday, September 22, 2016
TREND INVESTASI DI DUNIA SEJAK TAHUN 1966 - 2014
Grafik-grafik di bawah ini menggambarkan trend investasi (Gross Capital Formation) di beberapa negara, area dan dunia sejak tahun 1966 sampai
dengan tahun 2014.
Nilai Investasi ditampilkan dalam bentuk persentasenya terhadap Produk Domestik Bruto (% to GDP). Sumber Data dan Grafik diperoleh dari Bank Dunia.
Garis warna biru adalah fluktuasi Investasi dari tahun ke tahun. Fluktuasi ini merupakan siklus bisnis (Economical Cycle). Sedangkan Garis warna merah menunjukkan Trend secara keseluruhan (stagnan, menaik atau menurun).
Garis warna biru adalah fluktuasi Investasi dari tahun ke tahun. Fluktuasi ini merupakan siklus bisnis (Economical Cycle). Sedangkan Garis warna merah menunjukkan Trend secara keseluruhan (stagnan, menaik atau menurun).
Wednesday, December 30, 2015
LAPORAN AKSI SOLIDARITAS UNTUK KORBAN GEMPA DI TANA LIA
Pada Tanggal 21 Desember 2015 Jam
01:47:37 WIB terjadi Gempa dengan magnitude 6.1 Skala ritcher pada kedalaman 10
Km di Wilayah perairan Kalimantan Utara (3.61 LU – 117.67 BT). (Sumber Berita : BMKG)
Bencana ini mengakibatkan
kerusakan pada beberapa gedung pemerintah dan perumahan rakyat di Kecamatan
Tana Lia Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan. Di Kecamatan Tana Lia, beberapa
orang tertimpa reruntuhan bangunan dan mengalami luka ringan.
Dalam rangka mempererat persatuan
dan kesatuan serta membantu korban gempa tersebut, maka Forum Intelektual
Kalimantan Utara bekerjasama dengan
rakyat setempat mengadakan aksi solidaritas penggalangan dana untuk korban
gempa.
Aksi tersebut dilaksanakan pada
tanggal 28, 29 dan 30 Desember 2015. Lokasi penggalangan dana adalah pada jam
kerja di Kantor-Kantor Pemerintah di Tideng Pale, Kec. Sesayap Kabupaten Tana
Tidung, Kalimantan Utara. Selain itu
juga digalang dana pada puskesmas kujau dan Puskesmas Tideng Pale.
Sebagai upaya transparansi dan
akuntabilitas aksi tersebut, maka berikut ini laporan sementara mengenai jumlah
uang yang terkumpul dalam aksi pada tanggal 28 dan 29 Desember 2015.
- Pada tanggal 28 Desember, telah terkumpul dana sebesar Rp. 3.600.000,- (Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah).
- Pada tanggal 29 Desember 2015, terkumpul dana sebesar Rp. 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
- Pada tanggal 30 Desember 2015, terkumpul dana sebesar Rp. 610.000,- (Enam Ratus Sepuluh Ribu Rupiah).
Total : Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah)
Demikian laporan sementara ini kami sampaikan, atas partisipasi semua pihak kami ucapkan terima kasih.
Catatan :
1. Dana sudah dibagikan pada tanggal 3 Januari 2016.
2. Saudara-saudari yang berpartisipasi dalam pengumpulan dana ini adalah : Wahyudin (Staf pada Badan Pemberdaaan Masyarakat dab Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung), Regina Erlia (Sanitarian pada RSUD Kabupaten Tana Tidung), Fitriah Junaeni (Staf pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tana Tidung), Agustin Dini Hariyanti (Staf Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Tana Tidung), Yeni Malasari (Dokter pada Puskesmas Kecamatan Kujau, Kabupaten Tana Tidung), Jasri (Tenaga Kesehatan pada Puskesmas Tana Lia) dan Joko Supriyadi (Staf pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung). Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
3. Dana akan dibagikan kepada Bapak Idrus (warga Rt. 6, usia 55 tahun, luka sobek di kaki akibat reruntuhan rumah), Ibu Juliana (warga Rt. 6, usia 50 tahun, luka memar sekujur tubuh akibat tertimbun runtuhan dinding kamar) dan bantuan kepada takmir Masjid Nurul Amin untuk perbaikan Masjid Istiqomah.
4. Keterangan lebih lanjut mengenai pertanggungjawaban aksi solidaritas ini dapat diperoleh via telepon atau kontak langsung pada nomor: 0812 5753 1499 (Joko Supriyadi).
1. Dana sudah dibagikan pada tanggal 3 Januari 2016.
2. Saudara-saudari yang berpartisipasi dalam pengumpulan dana ini adalah : Wahyudin (Staf pada Badan Pemberdaaan Masyarakat dab Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung), Regina Erlia (Sanitarian pada RSUD Kabupaten Tana Tidung), Fitriah Junaeni (Staf pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tana Tidung), Agustin Dini Hariyanti (Staf Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Tana Tidung), Yeni Malasari (Dokter pada Puskesmas Kecamatan Kujau, Kabupaten Tana Tidung), Jasri (Tenaga Kesehatan pada Puskesmas Tana Lia) dan Joko Supriyadi (Staf pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung). Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
3. Dana akan dibagikan kepada Bapak Idrus (warga Rt. 6, usia 55 tahun, luka sobek di kaki akibat reruntuhan rumah), Ibu Juliana (warga Rt. 6, usia 50 tahun, luka memar sekujur tubuh akibat tertimbun runtuhan dinding kamar) dan bantuan kepada takmir Masjid Nurul Amin untuk perbaikan Masjid Istiqomah.
4. Keterangan lebih lanjut mengenai pertanggungjawaban aksi solidaritas ini dapat diperoleh via telepon atau kontak langsung pada nomor: 0812 5753 1499 (Joko Supriyadi).
Wednesday, September 23, 2015
APA PENYEBAB DEPRESIASI RUPIAH?
Dalam tulisan saudara margiyono[1]
berjudul “Rupiah kian melemah, bagaimana kaltara?” di kolom Opini Radar Tarakan
pada tanggal 14 September 2015, saudara margiyono menekankan bahwa penyebab
depresiasi yang sedang terjadi di indonesia saat ini adalah rendahnya ekspor
dibandingkan impor.
“Depresiasi rupiah terhadap dolar karena rendahnya ekspor
dan tingginya impor indonesia, dibuktikan oleh defisit neraca perdagangan”.
Demikian argumennya. Lalu berdasarkan anggapan itu, saudara margiyono
memperkirakan dampak depresiasi rupiah ini terhadap perekonomian masyarakat di provinsi
kalimantan utara beserta solusi-solusinya.
Mungkin beliau berharap, pemerintah
provinsi kalimantan utara membaca tulisannya dan lalu mencoba solusi-solusi
yang ia tawarkan. Maklumlah, solusi dari seorang akademisi!
Tapi tunggu dulu. Ini era
keterbukaan. Segala pendapat kita tidak hanya dibaca, tapi juga akan diuji. Tidak
pandang bulu, apakah seorang akademisi atau pun pemerintah yang menulis, maka
tulisannya harus siap dikritik. Berikut ini kritik kami[2]
terhadap tulisan saudara margiyono. Siapa tahu berguna.
Menurut Badan Pusat Statistik, hanya
dalam semester pertama 2015, dolar (dolar amerika) naik sekitar 592 rupiah, dari Rp.12,644.6[3] menjadi
Rp.13,237[4]. Sementara
hampir 10 tahun dari tahun 2004 sampai 2013, dolar hanya naik sekitar 3000
rupiah yakni dari Rp. 9.290 menjadi Rp. 12,189[5].
Dengan kata lain, 10 tahun dolar hanya naik rata-rata 24 rupiah per bulan, tapi
sekarang hanya dalam beberapa bulan kecepatannya naik empat kali lipat, yakni
rata-rata 98 rupiah per bulan. Oleh karena itu, depresiasi sekarang ini bukanlah
depresiasi biasa, tapi depresi besar-besaran.
Apabila penyebab depresiasi adalah
kelebihan impor sebagaimana yang disampaikan saudara margiyono, maka depresiasi
besar-besaran tentunya terjadi karena kelebihan impor yang besar-besaran. Tapi
data-data yang ada justru menampilkan sebaliknya.
Adalah benar bahwa pada tahun
2012 dan 2013, terjadi defisit neraca perdagangan, yakni masing-masing sebesar 1,6
milyar dolar dan 4 milyar dolar. Tapi pada 2014, defisit ini turun lagi menjadi
1.8 milyar dolar[6]
dan pada semester pertama tahun 2015, justru tidak ada defisit, dimana total
ekspor adalah 13 milyar dolar[7]
sedangkan total impor 12.3 milyar dolar[8]
alias surplus sekitar 1 milyar dolar. Jadi, tidak ada defisit besar-besaran
beberapa bulan ini, sehingga bukan itu penyebab depresiasi saat ini.
Selanjutnya, jika kita memeriksa
neraca perdagangan dari tahun 1965 sampai 2014, ekspor kita hampir selalu besar
daripada impor[9],
namun sepanjang tahun itu rupiah terus-menerus mengalami depresiasi[10],
yakni dari sekitar Rp.250 rupiah per dolar pada 1965 menjadi belasan kali lipat
seperti saat ini.
Bahkan, apabila kita meninjau depresiasi
besar-besaran yang terjadi pada tahun-tahun 1996 sampai 2001, dimana dolar naik
dari Rp.2,383 menjadi Rp.10,400[11]
atau rata-rata naik dengan kecepatan 133 rupiah per bulan (kecepatan yang lebih
tinggi daripada saat ini), maka kita tidak akan berani mengatakan itu
disebabkan oleh lebihnya impor. Sebab saat-saat itu, neraca perdagangan justru
surplus yakni 6.94 miliar dolar pada tahun 1996, 5.85 miliar dolar pada 1997,
15.09 miliar dolar pada 1998, 17.92 miliar dolar pada 1999 dan 22.33 miliar
dolar pada 2000[12].
Kesimpulannya, penyebab
depresiasi mata uang di indonesia saat ini bukanlah defisit neraca perdagangan (kelebihan
impor daripada ekspor). Bahkan, seluruh kasus depresiasi rupiah di indonesia, tidak
ada sangkut pautnya dengan ekspor-impor!.
Argumen saudara margiyono terbukti
salah. Oleh karena itu, agar tidak terjadi “salah diagnosa dan salah obat”,
maka dampak yang ia perkirakan dari depresiasi ini dan solusi yang ia tawarkan kepada
pemerintah provinsi kalimantan utara, perlu diperiksa ulang.
Demikian
kritik kami, apabila ingin mengkritik balik, kami persilahkan.
Friday, July 03, 2015
DATA-DATA MENGENAI PRODUKTIVITAS DAN UPAH TENAGA KERJA DI KALIMANTAN UTARA (ATAU TIMUR)
![]() |
| Tabel 1. Perbandingan Rata-rata rasio PDRB dengan Upah minimum tiap provinsi |
![]() |
| Tabel 2. Perbandingan Rata-rata rasio PDRB dengan Upah minimum tiap provinsi (Lanjutan) |
![]() |
| Tabel 3. Contoh Perkiraan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Provinsi Kalimantan Utara |
CATATAN:
| UMP 2015 DAN KEBUTUHAN HIDUP LAYAK DIAMBIL DARI: http://jokowi-for-presiden.blogspot.com/2014/12/daftar-ump-gaji-buruh-2015-33-provinsi.html | |||
| RATA-RATA RASIO PDRB BERDASARKAN DATA (2004-2012) DARI : http://data.go.id/dataset/a980e023-b85f-4b47-b119-b9adb66cbd7e/resource/96f1ae28-23ac-457a-94c9-28e19f1ed6d6/download/processeddistribusipdrbperprovinsi20042012.csv | |||
| UMP 2015 untuk JATIM, JABAR, JATENG, D.I. YOGYAKARTA, berdasarkan rata-rata UMK setiap kabupaten di provinsi tersebut | |||
Monday, June 15, 2015
BELAJAR ASTRONOMI DI LANGIT KALIMANTAN UTARA
Di langit yang biru
Amat banyak
Menghias angkasa
Astronomi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk benda angkasa. Ilmu ini sudah berusia ribuan tahun dan terus disempurnakan hingga sekarang ini. Manfaatnya antara lain adalah untuk membantu menunjukkan arah perjalanan di padang pasir dan lautan, untuk menetapkan musim-musim dalam pertanian, untuk membantu meramalkan nasib, untuk menandai peristiwa-peristiwa sejarah, untuk membuat kalender, untuk menetapkan waktu, untuk membantu menemukan planet-planet yang sekiranya bisa ditempati, untuk membantu memahami pergerakan satelit, untuk membantu mempelajari sejarah terbentuknya bumi, dan lain sebagainya termasuk untuk hiburan dan pengembangan ilmu fisika.
Sebagai hiburan, benda-benda angkasa banyak menginspirasi kisah-kisah petualangan angkasa dan film-film fiksi seperi Star Wars, Dragon Ball dan Avatar. Sementara itu dalam ilmu fisika, benda-benda angkasa banyak menginspirasi ilmuwan fisika seperti Al Battani, Copernicus, Galileo Galilei, Sir Issac Newton, Einstein, Abdussalam dan Stephen Hawking. Pendek kata, ilmu astronomi amatlah bermanfaat bagi ummat manusia.
Kalimantan Utara, adalah lokasi yang lumayan sempurna untuk mempelajari Astronomi. Daerah di ujung utara indonesia ini, memiliki langit yang polusi cahayanya amatlah kecil. Di satu sisi, karena kepadatan penduduk di daerah ini sangat kecil dan di sisi lain, Pemerintah Indonesia gagal membangun infrastruktur dan elektrifikasi di daerah ini, walaupun daerah ini menjadi penghasil minyak sejak jaman belanda, penghasil kayu sejak jaman soekarno, penghasil gas dan batu bara sejak jaman soeharto. Tapi mailah kita mengambil hikmahnya saja, yakni langit kalimantan utara masih bebas polusi cahaya.
Namun, walaupun langitnya di malam hari lumayan bersih, para peminat astronomi (yang kere) tentulah masih susah untuk mempelajari bintang-bintang di angkasa, sebab teropong bintang bukanlah barang murah dan tidak ada observatorium di kalimantan utara. Selain itu, tidak ada perbedaan musim kemarau yang benar-benar kering di daerah ini sehingga langit sering berawan. Semua ini tentu menghambat proses pengamatan dan proses belajar. Untuk itu, peminat astronomi bisa menggunakan software khusus, yakni STELLAR.
Software ini dapat menampilkan pemandangan bintang di langit berdasarkan posisi kita berada. Selain itu ia juga dapat menampilkan rasi bintang, identitas bintang, pergerakan bintang dan satelit, dan tampilan teleskop. Software ini juga memiliki ribuan data bintang yang bisa diupdate. Segala databasenya didasarkan atas data-data dan metode perhitungan yang juga dipakai Badan Antariksa Amerika (NASA).
Di bawah ini penulis menyampaikan cara menggunakan aplikasi ini.
1. Berdirilah di depan rumah anda, dan menghadaplah ke arah selatan. Misalnya di bawah ini adalah pemandangan di depan rumah penulis.

2. Gunakan GPS atau jika tidak ada, gunakan aplikasi My Track. Lalu export data dari MyTrack ke folder tertentu. Kemudian buka data berformat KML tersebut menggunakan aplikasi Google Earth untuk menentukan Posisi Anda. Misal, posisi saya adalah :
Latitude: N 3° 33' 56.00"
Longitude : E 117° 29' 23.99"
3. Install STELLAR. Kemudian arahkan kursor ke kiri window sehingga muncul menu vertikal. Pilih Location of Window dialog dan klik sehingga muncul seperti gambar di bawah ini :
4. Masukkan koordinat di form yang tersedia. Check as default. Beri nama pada name/city. Klik Add list. Kemudian tutup window dialog tersebut.
5. Kini anda bisa menggunakan stellar.
6. Arahkan kursor ke bagian bawah window, maka akan muncul juga menu-menu lainnya. Silahkan otak-atik saja semua menu yang ada.
7. Di bawah ini penulis sajikan contoh tampilan depan rumah siang hari dan tampilan Setellar di waktu yang sama. Stellar dapat memberi tampilan seluruh rasi bintang, atau yang kita perlukan saja. Dalam contoh ini penulis memilih rasi bintang centaurus dan crux (waluku). Rasi waluku dan dua bintang pada lutut depan rasi centaurus dapat digunakan untuk menentukan arah selatan. Pada foto di bawah dapat kita lihat bahwa di siang hari sekitar jam 11, rasi-rasi ini berada di bawah garis horizon. Coba bandingkan dengan foto di sore hari.


8. Berikutnya penulis tampilkan foto menjelang malam, sekitar jam setengah tujuh. Dapat kita lihat bahwa di sore hari menjelang malam ini, langit di depan rumah saya tampak berawan. Tapi menggunakan stellar, itu bisa diatasi dan terlihat bahwa rasi centaurus sudah berada di atas garis horizon.



9. Stellar juga bisa menampilkan bintang tertentu dalam jarak dekat, seakan-akan kita menggunakan teleskop bintang. Anda hanya perlu mengklik salah satu bintang lalu menggunakan menu ocular view pada bagian bawah windownya. Di bawah ini adalah foto Bintang Hadar, salah satu bintang di lutut depan rasi centaurus. Data bintang tertera di sampingnya. Mulai dari type sampai periodenya.
Demikianlah tentang cara penggunaan Aplikasi STELLAR. Semoga proses belajar para peminat astronomi di Kalimantan Utara dapat berjalan efektif dan efisien, baik efisien waktu maupun biaya. Selain itu, semoga Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dapat segera membangun observatorium dan mengembangkan ilmu astronomi di sini, dan apabila perlu, membangun stasiun angkasa luar. :)
Pada tulisan berikutnya penulis akan mencoba menjelaskan apa maksud dari data-data yang terdapat pada tampilan di atas. Sekian dan mohon saran kritik. Bagi yang berminat dengan program ini, dapat menghubungi ke email penulis. joozuzuzu@gmail.com. (forum intelektual kalimantan utara)
Subscribe to:
Posts (Atom)










































