Showing posts with label Geoteknik. Show all posts
Showing posts with label Geoteknik. Show all posts

Thursday, March 23, 2017

BENDUNGAN PLTA KAYAN I

3 comments:


Gambar 1. KRONOLOGI PEMBANGUNAN PLTA KAYAN I

BENDUNGAN PLTA KAYAN I adalah satu dari lima bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang akan dibangun pada sungai kayan di Peso, Provinsi Kalimantan Utara (Indonesia). Bendungan ini dibangun oleh perusahaan kereta api china, China Railway Construction (International) yang merupakan anak perusahaan China Railway Construction/CRC)[1].

Adapun biaya pembangunan bendungan adalah 1,7 Milyar Dolar[2]. Pendanaan dilakukan secara bersama-sama (Join Venture) oleh Shanghai Electric Power Construction Co., Ltd (SEPCC) (anak usaha China Power Investment Corporation/CPI) dan perusahaan lokal PT. Kayan Hydro Energy (KHE) dimana KHE berlaku sebagai pemegang izin usaha penyediaan listrik. Nilai saham CRC dan SEPCC terlihat naik signifikan sejak penandatanganan MOU pembangunan PLTA KAYAN I pada tahun 2014 yang lalu.

Kronologi pergerakan saham perusahaan Shanghai Electric Power
Gambar 2. PERGERAKAN SAHAM CHINA RAILWAY GROUP (CRC) PERIODE 2013-2017

Gambar 3. PERGERAKAN SAHAM SHANGHAI ELECTRIC POWER PERIODE 2013-2017


Perencanaan teknis bendungan dilakukan oleh perguruan tinggi China, Changjiang Institute of Survey, Planning, Design and Research. Perguruan tinggi ini juga yang melaksanakan perencanaan teknis bendungan raksasa Three George Dams[3]. Tinggi[4] bendungan PLTA Kayan I direncanakan sekitar 185 meter dan lebarnya 200 meter. Jika selesai dibangun sesuai rencana, maka bendungan ini akan menjadi bendungan ketiga tertinggi di asia tenggara setelah bendungan San Roque Dam di Filipina dan bendungan Bakun di Malaysia[5].

Batas[6] areal IPPKH blok bendungan Kayan I meliputi kegiatan areal bendungan sebesar 31,66 hektar, areal infrastruktur 17,63 hektar, wilayah kerja 163,21 hektar, areal penyangga 10,59 hektar, dan jalan seluas 2,62 hektar. Dua desa yang terletak sekitar 13 kilometer di hulu bendungan akan terendam air setinggi[7] sekitar 75 meter sehingga penduduknya akan direlokasi sebelum pembangunan dimulai[8].

Diperkirakan bendungan ini dapat menghasilkan 900 megawat daya listrik. Pemerintah menjelaskan bahwa penggunaan listrik di Kalimantan Utara hanya memerlukan kapasitas 150 Megawatt[9]. Artinya, sisanya sekitar  650 megawatt akan digunakan untuk provinsi lain.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bahkan menegaskan bahwa penggunaan listrik dari bendungan kelak diutamakan untuk industry khusus. EBTKE juga menegaskan bahwa PT. PLN Persero akan mempertimbangkan membeli kelebihan daya dari PLTA tersebut untuk melayani kebutuhan listrik di Kalimantan Utara, jika ada pengembang swasta yang bersedia mengembangkan potensi DAS Kayan menjadi PLTA Kayan Cascade yang diperuntukkan melayani beban listrik di Kawasan Industri Khusus[10].

Sejak dilarangnya ekspor barang tambang mentah berdasarkan UU No.4/2009, pemerintah telah merencanakan sentra produksi aluminium oksida berada di Sangkulirang Kalimantan timur yang berjarak kurang lebih 300 KM dari rencana bendungan[11]. Rencana jaringan listrik dari bendungan ke kawasan ekonomi khusus tersebut juga telah dipetakan[12]. Namun bendungan PLTA Kayan I belum dimasukkan ke dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) nasional[13].

Gambar 4. PETA JARINGAN LISTRIK DARI PLTA KAYAN KE KUTAI TIMUR




Adapun di Kalimantan utara, PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (INALUM) akan mendirikan pabrik pengolahan alumunium di kecamatan tanah kuning dan menyampaikan niat untuk membeli listrik yang akan dihasilkan oleh bendungan Kayan I[14]. Pemerintah provinsi Kalimantan Utara juga akan menetapkan sebagian lokasi kawasan industri di kecamatan tana kuning secara resmi dalam rencana tata ruang wilayah[15].

Proyek bendungan ini telah dimulai pada 18 januari 2014 ditandai dengan acara peletakan batu pertama ground breaking oleh pemerintah dan tokoh masyarakat. Untuk mempercepat pembangunan, pada tahun 2014 pemerintah provinsi juga membentuk tim teknis untuk percepatan pembangunan PLTA di Provinsi Kaltara[16].

Perusahaan yang akan membangun bendungan yakni perusahaan kereta api china (CRC) pada 29 desember 2015 melaporkan bahwa pendanaan  proyek tertunda[17].

Pada awal tahun 2016, Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa pertengahan tahun 2016 mobilisasi peralatan dan material akan dilakukan oleh perusahaan[18] dan acara peletakan batu pertama akan dilaksanakan oleh presiden Joko Widodo pada bulan oktober 2016[19]. Namun Presiden Jokowidodo belum mau datang jika pembangunan belum dimulai[20].

Pada 05 oktober 2016 pihak perusahaan menyatakan[21] akan mulai melaksanakan pembangunan pada februari 2017. Pihak perusahaan juga menyatakan, untuk saat ini terdapat kendala pada pembebasan lahan serta relokasi pemukiman penduduk yang belum tuntas. Serta permasalahan endapan lumpur di sungai kayan yang tidak memungkinkan kapal perusahaan memobilisasi material dan peralatannya[22]. Oleh karena itu, pihak perusahaan berencana melakukan pengerukan sungai kayan[23]. Untuk itu Izin pengerukan[24] perlu diselesaikan sebelum pengerukan dimulai.

Terdapat masalah-masalah lain yang tentunya menghambat pelaksanaan pembangunan. Pada 24 november 2014 seorang stake holder dalam proyek ini tersandung kasus hukum dan dipidana 7 tahun penjara[25]. Terpidana mengajukan peninjauan kembali[26] terhadap putusan tersebut pada awal tahun 2016, sehingga dapat bebas berkeliaran[27]. Bahkan terpidana masih dapat menghadiri pertemuan-pertemuan penting dengan Presiden[28], Gubernur provinsi Kalimantan utara[29] dan PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (INALUM) pada tahun 2015 dan 2016.

Lalu pada februari tahun 2015 terjadi bencana banjir di seluruh pesisir sungai kayan[30], sehingga pada maret 2015 pemerintah meminta PT. KHE untuk mengkaji ulang teknis bendungan[31]. Pada oktober 2016 perencanaan ulang telah selesai[32]. Rencana tinggi bendungan dirubah menjadi lebih tinggi dan rencana kapasitasnya juga berubah, dari 660 megawatt menjadi 900 megawatt.

Pelaksanaan juga terkendala persoalan izin, yakni izin air permukaan, izin konstruksi dan izin pengerukan sungai. Pada awal tahun 2016, pemerintah provinsi Kalimantan Utara meminta PT. KHE melengkapi perizinannya sebelum memulai pembangunan, yakni izin air permukaan dan izin konstruksi[33]. Adapun Izin lokasi[34] sudah diperoleh sekitar bulan februari 2012, Izin prinsip[35] penggunaan lahan dari Kementrian Kehutanan pada 14 agustus 2014, Izin pinjam pakai[36] pada 21 desember 2015 dan Ijin Lingkungan[37] serta AMDAL masing-masing pada 2 dan 7 januari 2014.

Keterlambatan tidak disebabkan oleh penolakan warga.  Memang beberapa pihak mengkritisi proyek ini, yakni ahli perikanan dari universitas mulawarman, ahli antropologi dari universitas Indonesia dan aktivis social Forum Intelektual Kalimantan Utara[38]. Mereka mengingatkan masalah lingkungan, ekonomi, dan sosial yang mungkin terjadi baik sebelum maupun sesudah tahap konstruksi. Selain itu, warga di desa yang akan ditenggelamkan meminta perubahan lokasi pemindahan sehingga pemerintah provinsi harus menyesuaikan ulang dengan Rencana Tata Ruang Dan Rencana Wilayah Provinsi Kalimantan Timur[39]. Namun secara umum tidak ada penolakan oleh warga.

Proyek ini begitu berharga bukan saja karena nilainya yang milyaran dolar, melainkan juga karena berada di wilayah yang memiliki potensi kandungan emas. Hasil studi kelayakan yang dilakukan perusahaan BESRA GOLD INCORPORATION, menunjukkan bahwa wilayah bendungan dilewati oleh trend sabuk emas[40]. Saking berharganya, pada tahun 2014 Panglima TNI AD Jenderal Moeldoko menyatakan “Pasang Badan” apabila ada pihak pihak yang “mengganggu” proyek ini[41]. /ADM
Gambar 5. PETA TREND MINERAL BORNEO (BESRA, 2014)



Update 12 Juni 2017
1. Pembangunan  PLTA Kayan I masih tertunda. Banjir besar lagi-lagi melanda Kalimantan Utara pada bulan mei 2017.
2. Menko Maritim Luhut Panjaitan menawarkan kepada China International Trust Investment Corporation (CITIC) untuk berinvestasi dalama pembangunan PLTA Kayan yang tertunda pendanaannya ini [42].
3. Pembangunan PLTA ini pada awalnya (2013) direncanakan bekerjasama dengan perusahaan semen terbesar di china
Anhui Conch Cement [43].
4. Pada 2013 Anhui Conch Cement berkunjung ke Kementrian Perindustrian Indonesia menyampaikan proyek pembangunan pabrik semen di kalimantan selatan [44]
5. Proyek ini pernah dikritik oleh WALHI pada tahun 2013. [45] 
6. 6 Juni 2017, perusahaan alumunium PT. INALUM tanda tangan MOU dengan Pemprov Kaltara [46]
7. Batas antar desa yang direlokasi (Long Pelban dan Long Lejuh) telah ditetapkan. Area relokasi juga telah ditentukan, yakni di kawasan hutan. Untuk relokasi sekitar 165 KK penduduk dua desa itu diperlukan izin lebih lanjut. [47]
8. Juni 2017, PT. KHE dikabarkan akan mendatangkan 1000 tenaga kerja asing sebagai tenaga kerja dalam pembangunan PLTA Kayan I.[48] 
9. Juni 2017, dikabarkan kemungkinan Pembangunan PLTA akan terhambat sampai 2018. Penyebabnya adalah proses pengurusan perizinan penggunaan hutan untuk relokasi penduduk. [49]




Friday, June 05, 2015

POTENSI EMAS DI KALIMANTAN UTARA

2 comments:
PETA TAMBANG EMAS
Peta Pertambangan Emas Indonesia ini dibuat berdasarkan data-data pertambangan yang dimuat dalam feature Google Fusion Table. Setelah mengunduh data tersebut dalam format CSV, kemudian penulis memilih data pertambangan emas dan menyusunnya dalam format Excel

Lalu penulis menggunakan aplikasi online untuk merubah data excel itu ke dalam format Keyhole Markup Language (KML) agar bisa digunakan di aplikasi Google Earth. Data dalam format KML dapat didownload di sini. Pertambangan Emas pada peta ditandai dengan ikon bulat berwarna jingga. 
Melihat Peta di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Kalimantan Selatan, Timur dan Barat, memiliki cukup banyak Pertambangan Emas, yakni 23 titik Pertambangan. Sementara di Kalimantan Utara, belum ada sama sekali.  

Seakan-akan tidak ada Emas di Kalimantan Utara. Padahal, kenyataannya, di Kalimantan Utara juga terdapat tambang emas. Sebagai contoh, terdapat Pertambangan Emas Tradisional di Kabupaten Bulungan, yakni di Kecamatan Sekatak dan Kecamatan Peso. Terdapat juga eksplorasi di hulu sungai jelai oleh PT. Jelai Cahaya Mineral (anak usaha PT. Kalimantan Surya Kencana) dan eksploitasi di Seruyung oleh PT. Sago Pratama.

Berdasarkan fakta-fakta ini, bisa dikatakan Emas terdapat hampir di seluruh Penjuru Pulau Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara.
Tidak menutup kemungkinan, tidak lama lagi, eksploitasi besar-besaran akan meluas di Kalimantan Utara.

PETA TAMBANG EMAS KALIMANTAN


Jalur Magma berpotensi mengandung Emas dan Tembaga di Pulau Borneo
Bagaimanapun, lokasi Emas tersebut pastilah berada di area operasional perusahaan kayu saat ini seperti ADINDO, KPP, INTRACA, INHUTANI. Oleh karena itu Perusahaan-perusahaan kayu kemungkinan besar akan ikut mengambil bagian dalam eksploitasi Emas sebab mereka memiliki sejarah yang panjang dalam penguasaan ratusan ribu hektar lahan di sana. 

Jadi, ini semacam eksploitasi tanpa henti: eksploitasi minyak, lalu eksploitasi hutan, lalu eksploitasi batu bara, lalu eksploitasi sawit, lalu Emas. Sementara masyarakat indonesia yang tinggal di kalimantan utara tetap tidak terjamin masa depannya. Semoga kita dapat mengendalikan rentetan eksploitasi tersebut.

Demikianlah tulisan tentang Peta Pertambangan Emas di Indonesia. Di masa yang akan datang, penulis akan berusaha menampilkan tulisan tentang perkiraan cadangan emas yang terdapat di Kalimantan Utara sehingga kita bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di kalimantan utara. 

Friday, May 29, 2015

TUTORIAL MENGGUNAKAN APLIKASI JOZLOPE

No comments:

Langsung saja. 

Pasikan File-file ini ada di dalam folder yang sama di Laptop/PC anda. Bila belum ada, silahkan download di sini

 
Klik Dua Kali pada file bernama Cover. Maka akan muncul gambar ini :


Selain gambar ini, juga muncul window DOS, layar hitam. Biarkan saja window itu. Jangan ditutup sampai selesai.

Klik menu program pada Cover di atas. Maka muncul pilihan Grid Search dan Point Search


Pada tulisan ini kita pilih Grid Search. Sehingga muncul tampilan ini:


Selanjutnya silahkan masukkan data tanah dan data geometri/dimensi pada kolom INPUTS. γ adalah berat jenis tanah. C adalah kohesi tanah. ϕ adalah sudut geser tanah. Data input lainnya adalah dimensi lereng.




Adapun keterangan mengenai data-data input geometri/dimensi tersebut dapat dilihat dari gambar di bawah ini:
Nilai b, h dan Incr harus bilangan bulat. Khusus untuk Xstart dan Xp, harus bernilai negatif. Misal lebar Xstart yang diinginkan adalah 10 meter, maka pada data input adalah  -10. Nilai Xstart dan Xp yang baik adalah nilai yang tidak lebih besar dari nilai L.
Misal kita masukkan data-data inpustnya.


   Setelah data inputs selesai diisi. Klik tombol Preview dibawahnya. Maka akan tampil seperti ini.


  Gambar lerengnya tampak kecil. Maka klik menu file, dan pilih zoom lalu drag. Atur tampilannya.



    Apabila hasil preview tidak sesuai yang diinginkan, berarti ada data input geometri yang salah. Tutup window figure 2. Ulangi lagi dari Grid search. Setelah tampilan geometri lereng telah sesuai dengan yang diinginkan, maka klik tombol compute.  Maka muncul perintah tunggu. Please wait. Komputer sedang menghitung.



Setelah selesai, maka keluar hasil gambar lingkaran lereng dan hasil hitungan Faktor aman di bawahnya sebagaimana di bawah ini.


Dapat dilihat pada gambar ini, lingkaran kelongsoran berwarna merah pada lereng mulai kaki lereng atau titik 0 (XL) sampai puncak lereng pada titik 28.1293 (XH). Faktor aman Lereng (FS MIN) sebesar 1,468. Jumlah lingkaran yang dicoba-coba (N) adalah 67626 buah. Pusat titik longsor adalah jarak X (Xc) adah 1 dan jarak Y (Yc) adalah 32. Jari-jari lingkaran longsor (R) adalah 32.0158 m.

Klik lagi menu file dan pilih Save figure untuk menyimpan tampilan. Gunakan zoom dan drag untuk mengatur posisi tampilan.

Demikianlah tutorial menggunakan Aplikasi Jozlope. Aplikasi analisis stabilitas lereng dengan metode bishop yang disederhanakan. Aplikasi ini telah dimuat dalam Jurnal Semesta Teknika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal dapat dilihat disini: 


3. Dalam bentuk cetak. Di LIPI

4. Pengembangan Algoritma Jozlope oleh Andre Silva, Mahasiswa Portugal. Tesis beliau dapat didownload di Universidade de Porto
Nama penulis (Raga Candradimuka) dimuat dalam pengantar tesis tersebut.